Rabu, 16 Desember 2015

Hari suka cita

Hari ini suka citaku
Hari ini tanggal kelahiranku
Aku suka tanggal ini
Karena tanggal ini hari kelahiranku

Aneh mengapa ini terlihat baik
Sama sekali tak terlihat buruk
Disini diriku genap menua
Menua itukah yang membuat suka

Hari ini hari suka citaku
Tapi di hari ini
Hari duka cita orang lain
Orang lain berduka ketika aku bersuka

Tak bisakah hari ini
Menjadi suka cita untuk semua orang

Mungkin tuhan tau
Ketika kita bersuka
Kita melupakan-Nya
Kita telah lupa pada-Nya

Ammar, 17 Desember 2015
Yang kini genap 16 tahun :D

Selasa, 15 Desember 2015

Hujan

Yang ku tunggu kini datang
Datang tak henti - henti
Yang kutunggu terlalu datang
Yang kutunggu, mulai ku benci

Hujan
Kau ku tunggu
Kini ku benci
Maafkan diriku

Kamis, 26 November 2015

Pundakku Pijakannya

Sangat adil
Sungguh amat adil
Tak adil
Sungguh tak adil

Ku siswa
Kau siswa
Kau siswa
Dia pelita

Dia percaya
Kau dia percaya
Kau yang dipercaya
Lakukanlah sepenuh hati

Geram ku simpan terdalam
Tajam kau kutatap
Sadarlah hari ini
Kau yang dia percaya

Geramku mengapa?
Mengapa ku geram?
Tanpa rasa terima kasih
Tanpa rasa pengertian

Kau ada dipundakku
Mengikuti jalanku
Tapi kau yang ada diatas
Kau lah yang selalu terlihat

Inginku lempar kau dari pundakku
Tapi kau ku punya sahabat
Biarlah aku dibawah
Tapi kau sadar ku harap

Jangan terus menggendong dipundakku
Adakalanya kau harus berjalan sendiri
Menjalani yang kau dipercayakan
Pelita

Rabu, 25 November 2015

Tak kenal patung ku anggap

Duduk diam
Air kupandang
Rintik air kudengar
Anggap aku tak ada

Inginku bermain dengannya
Menikmati candanya
Tapi aku bukan mereka
Ku mulai benci diriku

Ada kalanya kita hampa
Aku tak mengenal diriku
Aku siapa?
Patung kuanggap diriku

Hangat yang kubayangkan
Canda yang kuharapkan
Tak kenal maka tak sayang

Hikmah

Indah dirinya
Anggun matanya
Melirikku tersenyum
Rapihkah aku?

Kini mulai sudah
Memudarlah ia
Terbaliklah dunia
Tertutup sudah hatiku

Salahku berharap
Salahku mendekat
Aku mendekat
Ia tak berharap

Roti yang cantik
Menutupi jamurnya

Terbuka mataku
Terkejutku
Kenapa aku berharap?
Inikah dia?

Melihatnya kini
Meyakinkanku
Tuhan tau semua
Ini yang terbaik

Selasa, 24 November 2015

Dekati lalu nilailah

Keinginanku
Ingin sekali aku
Aku ingin sekali
Memberi tahu semua

Satu hal
Hal yang ingin
Aku sampaikan
Pada temanku

Lupakan kata orang
Walau kau benci aku

Dekati aku
Dekat denganku
Baru kau menilaiku
Nilailah aku

Bodoh tak berpikir

Ku benci dia
Kutidak suka
Tidak suka
Karena temanku

Temanku kata
Dia seperti itu
Seperti ini dia
Dia begitu

Kebutaanku
Aku mulai buta
Sampai kusadari
Ini salahku

Salahku benar
Salah tak kenal dia
Salah benci dia
Benar benar salah

Terbesar salahku
Tak dekat dengannya
Tapi aku mengotorinya
Maaf baru kusadar

Kusadar karena
Dulu aku dia

Senin, 23 November 2015

Pergaulanku salahku

Hanya coba
Ini aku
Kurasakan
Ini baru

Ku coba
Hanya ini
Ku coba lagi
Lalu hanya ini

Kadangku bosan
Ku renungi
Salahkah ini
Banting ku

Aku pikir
Pikirku terlintas

Aku sadar
Ini salah
Salahku
Aku salah

Ini Salah

Kamis, 19 November 2015

Maaf terus Maaf

Menjanjikan
Mengulang janji
Terus menjanjikan
Menepati janji

Berteman
Kembali berteman
Terus berteman
Bersahabat

Majasku
Seling majasku
Antara majasku
Terdapat pilu

Majasku
Bukan majas
Janjiku
Sungguh janji ku

Tiada kata terlambat
Minta maaf
Dan memaafkan

Minggu, 08 November 2015

Pemuda Zaman Sekarang

Rapih
Rapih di
Rapih dihari besar
Rapih dihari besar

Hanya
Hanya rapih
Hanya rapih dihari besar
Hanya rapih dihari besar

Itulah kini
Itulah zaman sekarang
Pemuda zaman sekarang

Rabu, 28 Oktober 2015

Keraslah Hatiku

Kering, gersang
Terlalu malas untuk berkegiatan
Aku sudah terlalu lama
Lama lama sekali
Tidak diguyur hujan

Hatiku kini keras
Amat keras seperti batu
Melupakan kewajibanku
Hatiku tidak bisa dicairkan

Kumohon pada-Mu
Berikan anugerah padaku
Untuk hatiku

Minggu, 18 Oktober 2015

Kembalilah yang dibenci

Sekolah pulang lebih cepat
Tak lama aku sampai dirumah
Kubanting badanku dikasur
Mengeluh kenapa hari ini sangat panas

Kemana pergi nya hujan?
Sudah lama hujan tidak datang
Sangat kunantikan ia akhir akhir ini
Padahal saat itu aku sangat membencinya

Apa ini yang dirasakan sahabatku
Aku ingin sahabatku merasakan ini padaku
Apakah mereka menantikanku?
Walau kemarin mereka membenciku

Sungguh ingin aku menjadi hujan
Menjadi hujan di musim kemarau
Yang selalu dinantikan banyak orang
Walau dulu mereka membencinya

Cahaya Penyesalan

Semua terlalu sibuk
Dengan gadget
Tayangan sepak bola
Diriku hanya belajar

Saat ku ambil bukuku
Tanganku tak dapat digerakkan
Terusku mencoba
Tapi seketika semua gelap
Mataku tak melihat apa apa

Tangisku sekencang kencangnya
Sungguh ingin sekali menangis saat ini
Kulihat secercah ingatan datang dimataku
Cahayanya ada sebuah buku
Buku yang yang jarang kubaca dulu

Lihatku lebih dalam
Tulisan itu sangat menampar hati
"Manfaatkan masa sehatmu,
sebelum masa sakitmu"
Tiba tiba buku itu seolah berkata
"Mengapa kau datang setelat ini?"

Rabu, 14 Oktober 2015

Syukurku

Sampai dirumah tiba tiba hujan
Kuperhatikan tetesan yang pertama
Dia jatuh dan langsung mengering
Aku masuk kerumah lalu kembali keluar

Semua sudah basah, semuanya
Disitu aku merenung
Betapa beruntungnya aku
Aku dapat mengalir dengan yang lain

Tapi tetesan pertama hanya jatuh
Jatuh dan mengering

Diriku

Ammar Maulana
SMK YPWKS Cilegon
17 Desember 1999
Air
Hujan
Laut
Sungai
Gunung
Pohon teduh
Awan mendung
Matahari pagi
Embun
Sunyi
Melankolis
Rahmat Allah
Lantunan ayat suci
Senyuman Ayah Ibu

Instagram : ammaryx
Line :ammarazzalfain
Ask.fm : ammarazzalfain