Kamis, 25 Februari 2016

Ego

Hujan rintik
Deras
Angin menerjang payung
Tanganku penuh tak tertahan

Gelap biasa
Kabut tipis
Sesampainya ku
Hangat kembali kurasa

Kekesalan
Dia lah ia
Sesaat bergerigi
Halus ketika halus

Jangan cepat melempar
Genggamlah
Tentu ada saatnya
Ia halus

Halus bukan tanpa gerigi
Tapi karna kita terbiasa
Batu kasarpun menjadi halus
Jika terus menahan air

Selasa, 23 Februari 2016

Tak Seindah Awal

Nyaman
Begitu nyaman
Lupakan yang lain
Disini tetap ku ingin
Cat mulai memudar
Karat mendominasi
Keropos
Mana besi ku yang dulu?
Secepat inikah hancur
Ketika ku lupakan yang lain
Inikah balasannya?
Inikah yang selalu ku ingin kan?
Bukan lagi kecewa
Aku mulai rapuh
Kita
Berlubang
Jatuh ke tanah
Terbang tak lama
Bercerai tak tersisa
Benar sudah
Hancur